Posted: 12 July 2014 in Uncategorized

Seluruh isi surat ini telah
diterjemahkan ke Bahasa Indonesia
dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh
seseorang bernama Abdullah Al
Ghaza yang Mengaku dari Gaza City-
Jalur Gaza melalui surat elektronik
(Email) dan artikel diterbitkan oleh
Buletin Islami
“Untuk saudaraku di Indonesia,
mengapa saya harus memilih dan
mengirim surat ini untuk kalian di
Indonesia. Namun jika kalian tetap
bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin
satu-satunya jawaban yang saya
miliki adalah karena negri kalian
berpenduduk muslim terbanyak di
punggung bumi ini, bukan demikian
saudaraku?
Di saat saya menunaikan ibadah
haji beberapa tahun silam, ketika
pulang dari melempar jumrah, saya
sempat berkenalan dengan salah
seorang aktivis dakwah dari jama’ah
haji asal Indonesia, dia mengatakan
kepadaku, setiap tahun musim haji
ada sekitar 205 ribu jama’ah haji
berasal dari Indonesia datang ke
Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah
angka yang sangat fantastis dan
membuat saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya,
saudaraku, jika jumlah jama’ah haji
asal Gaza sejak tahun 1987 sampai
sekarang digabung, itu belum bisa
menyamai jumlah jama’ah haji dari
negara kalian dalam satu musim haji
saja. Padahal jarak tempat kami ke
Baitullah lebih dekat dibanding
kalian. Wah pasti uang kalian sangat
banyak, apalagi menurut sahabatku
itu ada 5% dari rombongan tersebut
yang memnunaikan ibadah haji yang
kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati,
kenapa saya dan kami yang ada di
Gaza ini, tidak dilahirkan di negri
kalian saja. Pasti sangat indah dan
mengagumkan. Negri kalian aman,
kaya, dan subur, setidaknya itu yang
saya ketahui tentang negri kalian.
Pasti ibu-ibu disana amat mudah
menyusui bayi-bayinya, susu formula
bayi pasti dengan mudah kalian
dapoatkan di toko-toko dan para
wanita hamil kalian mungkin dengan
mudah bersalin di rumah sakit yang
mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu
saudaraku, tidak seperti di negri kami
ini. Tidak jarang tentara Israel
menahan mobil ambulance yang
akan mengantarkan istri kami
melahirkan di rumah sakit yang lebih
lengkap alatnya di daerah Rafah.
Sehingga istri kami terpaksa
melahirkan di atas mobil, ya di atas
mobil saudaraku.!
Susu formula bayi adalah barang
langka di Gaza sejak kami diblokade
2 tahun yang lalu, namun istri kami
tetap menyusui bayi-bayinya dan
menyapihnya hingga 2 tahun
lamanya, walau terkadang untuk
memperlancar Asi mereka, istri kami
rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negri kalian,
katanya tidak sedikit kasus
pembuangan bayi yang tidak jelas
siapa ayah dan ibunya. Terkadang
ditemukan mati di parit-parit,
selokan, dan tempat sampah. Itu
yang kami dapat dari informasi di
televisi.
Dan yang membuat saya terkejut
dan merinding, ternyata negri kalian
adalah negri yang tertinggi kasus
aborsinya untuk wilayah Asia.
Astaghfirullah. Ada apa dengan
kalian? Apakah karena di negri kalian
tidak ada konflik bersenjata seperti
kami disini, sehingga orang bisa
melakukan hal hina seperti itu?
Sepertinya kalian belum menghargai
arti sebuah nyawa bagi kami disini.
Memang hampir setiap hari di
Gaza sejak penyerangan Israel, kami
menyaksikan bayi-bayi kami mati.
Namun, bukanlah di selokan-selokan
atau got-got apalagi di tempat
sampah. Mereka mati syahid
saudaraku! Mati syahid karena
serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak
bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di
bawah puing-puing bangunan rumah
kami yang hancur oleh serangan
Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami
nilai seorang bayi adalah aset
perjuangan kami terhadap penjajah
Yahudi. Mereka adalah mata rantai
yang akan menyambung perjuangan
kami memerdekakan negri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak
serangan Israel tanggal 27 Desember
2009 kemarin, saudara-saudara kami
yang syahid sampai 1400 orang, 600
di antaranya adalah anak-anak kami,
namun sejak penyerangan itu pula
sampai hari ini, kami menyambut
lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza,
dan Subhanallah kebanyakan mereka
adalah anak laki-laki dan banyak
yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negri kalian subur dan makmur,
tanaman apa saja yang kalian tanam
akan tumbuh dan berbuah, namun
kenapa di negri kalian masih ada bayi
yang kekurangan gizi, menderita
busung lapar. Apa karena sulit
mencari rizki disana? Apa negri kalian
diblokade juga?
Perlu kalian ketahui saudaraku,
tidak ada satupun bayi di Gaza yang
menderita kekurangan gizi, apalagi
sampai mati kelaparan, walau sudah
lama kami diblokade. Sungguh kalian
terlalu manja! Saya adalah pegawai
tata usaha di kantor pemerintahan
HAMAS sudah 7 bulan ini belum
menerima gaji bulanan saya. Tetapi
Allah SWT yang akan mencukupkan
rizki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini
saja ada sekitar 300 pasang pemuda
baru saja melangsungkan
pernikahan. Ya, mereka menikah di
sela-sela serangan agresi Israel.
Mereka mengucapkan akad nikah
diantara bunyi letupan bom dan
peluru, saudaraku.
Dan Perdana Menteri kami, Ust
Isma’il Haniya memberikan santunan
awal pernikahan bagi semua keluarga
baru tersebut.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri,
seandainya saya bisa merasakan
pengajian atau halaqah pembinaan di
negri antum (anda). Seperti yang
diceritakan teman saya, program
pengajian kalian pasti bagus, banyak
kitab mungkin yang kalian yang telah
baca. Dan banyak buku-buku pasti
sudah kalian baca. Kalian pun
bersemangat kan? Itu karena kalian
punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang
banyak disini. Satu jam, ya satu jam
itu adalah waktu yang dipatok untuk
kami disini untuk halaqah. Setelah itu
kami harus terjun ke lapangan jihad,
sesuai dengan tugas yang diberikan
kepada kami.
Kami disini sangan menanti-
nantikan saat halaqah tersebut walau
hanya satu jam. Tentu kalian lebih
bersyukur. Kalian punya waktu untuk
menegakkan rukun-rukun halaqah,
seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful
disana.
Halafalan antum pasti lebih
banyak daripada kami. Semua
pegawai dan pejuang HAMAS disini
wajib menghapal Surah Al-Anfal
sebagai nyanyian perang kami, saya
menghafal di sela-sela waktu
istirahat perang, bagaimana dengan
kalian?
Akhir Desember kemarin, saya
menghadiri acar wisuda penamatan
hafalan 30 Juz anakku yang pertama.
Ia merupakan diantara 1000 anak
yang tahun ini menghafal Al-Qur’an
dan umurnya baru 10 tahun. Saya
yakin anak-anak kalian jauh lebih
cepat menghapal Al-Qur’an
ketimbang anak-anak kimi disini. Di
Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar
Islam Terpadu) seperti di tempat
kalian yang menyebar seperti jamur
di musim hujan. Disini anak-anak
belajar diantara puing-puing
reruntuhan gedung yang hancur,
yang tanahnya sudah diratakan,
diatasnya diberi beberapa helai daun
kurma. Ya, di tempat itu mereka
belajar, saudaraku. Bunyi suara
setoran hafalan Al-Qur’an mereka
bergemuruh dianatara bunyi-bunyi
senapan tentara Israel. Ayat-ayat
jihad paling cepat mereka hafal,
karena memang didepan mereka
tafsirnya. Langsung mereka rasakan.
Oh iya, kami harus berterima kasih
kepada kalian semua, melihat
solidaritas yang kalian perlihatkan
kepada masyarakat dunia. Kami
menyaksikan aksi demo-demo kalian
disini. Subhanallah, kami sangat
terhibur. Karena kalian juga
merasakan apa yang kami rasakan
disini.
Memang banyak masyarakat dunia
yang menangisi kami disini,
termasuk kalian yang di Indonesia.
Namun, bukan tangisan kalian yang
kami butuhkan , saudaraku. Biarlah
butiran air matamu adalah catatan
bukti akhirat yang dicatat Allah
sebagai bukti ukhwah kalian kepada
kami. Doa-doa dan dana kalian telah
kami rasakan manfaatnya.
Oh iya, hari semakin larut,
sebentar lagi adalah giliran saya
menjaga kantor, tugasku untuk
menunggu jika ada telpon dan fax
yang masuk. Insya Allah, nanti saya
ingin sambung dengan surat yang
lain lagi. Salam untuk semua
pejuang-pejuang Islam dan ulama-
ulama h kalian.
Saudaramu di Gaza,
Abdullah Al Ghaza
via gorup whatsapp akhowat UNJ

View on Path

Posted: 10 July 2014 in Uncategorized

yang hatinya teriris 💔💔💔 tapi bingung mau bantu apa dan gimana cara bantu sodara kita di Gaza, mungkin ini bsa bantu 👇

“Saat ini di Gaza sdh berdiri #RSIndonesia hasil karya anak bangsa. Bangunan kokoh, namun alat kesehatan belum tersedia. Mari sama2 diisi Dg donasi Rp50rb sahabat bisa berpartisipasi utk memenuhi kebutuhan alat kesehatan sebesar Rp65M. Bantu sebarkan #Gerakan50Rb dg sosmed.

Utk rek donasi sila transfer ke

•BNI SYARIAH, 08.111.929.73
•Mandiri, 124.0008111925
•BCA, 686.0153678
•BSM, 700.1352.061
An. MER-C Indonesia

Info lebih lanjut : 021-3159235 atau 0811990176

@rsindonesia
@mercindonesia
Www.mer-c.org”

#rpocta #prayforgaza

yuk masa 50rebu aja ogah… daripada buat ngemall g ad harga nya….

insha allah lebih bermakna..

View on Path

Posted: 8 July 2014 in Uncategorized

JUAL ANTI GORES LIQUID (CAIRAN) UNTUK SMARTPHONE… MAX 6INCH… ONLY PERMUKAAN KACA/GLASSES/BELING .. PLASTIK G SUPPORT. ONLY 80REBU. CARA PEMAKAIAN..

1 .BERSIHKAN LAYAR MENGGUNAKAN ALCHOHOL PAD YG DISEDIAKAN.
2.KERINGKAN DGN LAP /KAIN MICROFIBER YG DISEDIAKAN DALAM PAKET. SEBERSIH MUNGKIN.
3. GUNAKAN LIQUID SCREEN PROTECTOR SECARA MERATA DIPERMUKAAN LAYAR BELING/GLASS/KACA SMARTPHONE ANDA
4. DIAMKAN SELAMA 1 MENIT ATAU LEBIH
5.BERSIHKAN DENGAN KAIN MICROFIBER YG TERSEDIA ..
6.DIAMKAN LAGI SELAMA 2 MENIT
7. PERMUKAAN GADGED SUDAH ANTI GORES..
8.CUCI TANGAN ANDA KARENA MENGANDUNG PLASTIK CAIR.

KEUNTUNGAN

BISA MEMASANG SENDIRI DENGAN MUDAH. TIDAK TAKUT ADANYA GELEMBUNG2 PEMAKAIN ANTI GORES. JARANG TYPO KARENA G AD ANTI GORES YG TEBAL.

MINAT PM ME ATAU SMS/watsap 085731174642 FIKRI

View on Path

Posted: 4 July 2014 in Uncategorized

repath nggeh dulur2 – with Irvan at Peneleh

View on Path

Posted: 28 June 2014 in Uncategorized

aplikasi android aja paham klo tgl 28 juni itu 1ramadhan…. alhamdillah.

View on Path

Posted: 28 June 2014 in Uncategorized

spek nya g malu2in… hehehehe.. TREQ Q1.. ONLY 1.6JUTA..
MANTAP

View on Path

Posted: 28 June 2014 in Uncategorized

puasa2.. libur nggunung dulu ya guys… habis lebaran…. monggo track again..

View on Path